PARSORONG PE JOLMA DO (Kuli angkut juga Manusia)

January 21, 2008 at 2:50 pm 2 comments

PARSORONG PE JOLMA DO (Kuli angkut juga Manusia)

Entry filed under: GABBAR HUTA. Tags: , , .

HORBOO+GARETA DAKDANAK SAE MANOR-TOR (Anak2 Usai menari)

2 Comments Add your own

  • 1. tamsir  |  February 25, 2008 at 7:37 pm

    Tukang sorong dari Saribudolok menjadi pegawai United Nations Di New York , juga telah melang-lang buana ke seluruh Dunia dalam missi perdamaian PBB.

    Saya melihat gambar tukang sorong ini, menjadi teringat saya semasa kecil i Tiga Saribudolok. Saya ditinggalkan Bapak saya pada usia 9 thn dengan enam saudara laki dan enam perempuan. Di usia 11 thn saya telah melakukan pekerjaan tukang sorong ini setiap hari Rabu, pada saat itu sekolah pulang pada jam 11 pagi, lantas saya sewa sorong dari marga Sipajung ( Alm pa Tempo), bekerja sampai jam 7 malam. Dari hasilnya bisa menutupin kebutuhan sekolah maupun untuk kebutuhan saya se-hari2. Pekerjaan ini benar memerlukan tenaga, karna kita harus bisa bekerja dengan cepat, kalau tidak, kita tidak akan dapat tarikan atau setoran. Ketika hujan datang, dimana-mana pada lumpur. Pada lumpur yang dalam, you need power. Dulu saya tidak pakau sepatu Boot, sekarang kelihatan di gambar sudah ada kemajuan bagi tukang sorong, karna udah pakai sepatu boot.

    Competision juga terjadi , karna banyak tukang sorang yang datang dari Kabanjahe, Tukang sorong yang dari Kabanjahe ini adalah tukang sorang orang2 yang jual kain,yang mereka bawa dari Kabanjahe. Tukang sorong dari Saribudolok hanya beberapa orang.

    Disamping tukang sorong, saya juga pernah jual jagung bakar, Boss saya dulu adalah Almarhum Pa Tempo. Setelah ini baru saya jual minyak di depan Tanah Lapang Saribudolok. Semuanya ini saya lakukan semasa duduk di bangku SD dan SMP.

    Saya melanjutkan SMA di Medan, disini juga saya jual Koran, setiap pagi saya bangun jam 4:30 pagi ,berangkat naik sepeda ke pusat pasar untuk ambil koran. Korannya di drop Kios2 dari jalan Binjai-Swampu- Gajahmada dan Iskandar Muda. SMA kls 1 pada saat itu masuk sore. Begitu saya pulang sekolah sore hari langsung pergi untuk ambil koran2 yang tidak terjual untuk dipulangkan ke Pusat Pasar pada pagi berikut.

    Setelah saya tammat SMA mengagur/ kursus English beberapa bulan, lalu berangkat ke United States Of Amerika sekitar July 1975. Sesampai di USA juga kerjanya pungut2 sampah di Lapangan bola disamping itu juga masih juga sekolah untuk memperdalam bahasa English. Di thn 1977 saya berada di New York untuk menguji nasib, juga bertekat untuk bisa kerja di Kantor PBB disamping itu terus juga ambil mata kuliah. Biaya untuk hidup dan sekolah adalah hasil dari cuci piring di Private School. Thn 1978 dan 1979 diterima di Kantor Pusat PBB sebagai Temporary assigment during the Genaral Assymbly ( hanya sementara selama sidang umum) tiga bulan. Tapi saya tetap berniat untuk pegawai di Kantor PBB. Thn 1980 saya udah di terima menjadi Short term Contrac. Beberapa bulan kemudian menjadi Permanent.

    Di tahun ahir 1989 saya ditugaskan ke :
    1. Combodia (UNTAC)selama 3 thn.
    2. UNISOM III Somalia pada tahun 1993
    3. UNAMIR Rwanda 1995
    4. UNTAES Former Yuguslavia -1997
    5. UNPREDEP Macedonia Former Yugoslavia 2000 dan
    kembali ke United Nations Headquarter New York.
    6. UNMIL Liberia Africa thn 2002-2006.
    Sekarang saya berada di UNHQNY .
    Didalam tugas Missi perdamain ini,kita tidak tau apa yang akan tejadi, sering kali kita dievacuasi karna keadaan di daerah itu tidak stabil, karna civil war. Yang paling parah adalah Combodia ,Somalia dan Rwanda banyak orang yang meninggal,tak tau dimana sudaranya atau orangtuanya, apakah masih hidup atau mati.Dimana mana banyak ranjau kadang2 ada serangan.Condisi hidup juga sangat parah. Jadi pekerjaan ini sudah dapat saya terima karna saya udah tau bagaimana sakitnya menjadi tukang sorong dan marombak balik pakon hudali nabolak(kerja di ladang), mental saya sudah tahan untuk menghadapi yang berat dan bahaya.Disamping itu ada juga enaknya, jikalau saya traveling tentu dapat pelayanan yang tidak saya sangka bisa merasakanya kalau saya ingat dulu saya jadi tukang sorong di Tiga Saribudolok, tapi ini semuanya adalah berkah usaha dengan belajar,kerja keras,jujur dan juga oleh karna kebaikan Tuhan yang Maha Kuasa.

    Reply
  • 2. saribudoloksilimakuta  |  February 26, 2008 at 4:47 am

    aku tergugah untuk menuliskan lebih banyak lagi tentang par sorong bang. aku rasa pengalam abang sungguh butuh perjuangan. salut pada abang, karena dengan sendirinya bisa memberi pencerahan tentang par sorong. semoga damai segera terwujud di penjuru bumi ini. GBU

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 68,789 hits

%d bloggers like this: