KABAR BARU DARI SARIBUDOLOK

January 25, 2008 at 12:03 pm 67 comments

Diambil dari blog camat.

http://saribudolok.blogs.friendster.com/my_blog/2008/01/kabar_baru_dari.html

Kabar Baru Dari Kampung

Angin menghembuskan jalanku ke kampung. betapa bahagia campur bertanya, jika pulang ke kampung. semacam ada harapan akan melihat perubahan-perubahan yang tak terikuti beberapa tahun ini.
pertama.
aek harangan sudah poron, halong… dan tak di fungsikan lagi. maka bisa di asumsikan para perempuan melakukan aktifitas MCK nya di kamar mandi rumah sendiri. jika aek cina, masih tetap seperti biasa, namun airnya tambah besar dan beberapa sawah di sana sudahj di tanami sayur parit. jika beruntung , pagi yang berkabut (sekitar jam 9 pagi) kau akan mendapati pemandangan yang indah dari sebuah bukit kecil di bagian timur Aek cina.
kedua.
mungkin suatu saat , horbo dan gareta yang menjadi transportasi utama jika ke ladang (karena biasanya jalan ke ladang begitu berlumpur) akan punah. saat saya di kampung sudaha tidak banyak lagi yang bergareta ke kampung. sebahagian memanfaatkan BECA Motor, dan sebahagian lagi sudah naik kendaraan pribadi.
ke tiga.
ada sebuah revolusi pertanian, terutama jenis tanaman utama di saribu dolok. ( untuk ini mohon mahasiswa IPB mau sekali kali menelitinya) dimana petani saribudolok yang dulunya dikenal dengan petani utama sayur mayur, kol, tomat, buncis, sayur putih, cabe, dll kini telah berubah secara drastis menjadi petani utama KOPI ATENG. jelas untuk bertahan hidup dan memenuhi kebutuhan yang kian banyak, petani lebih di untungkan dengan adanya kopi ATENG ini karena tak perlu modal banyak dsan perawatan seperti bertani sayur mayur. maka sudah barang tentu KOPI lebih menguntungkan.
empat..
mungkin kalian belum begitu mengerti sejarah saribu dolok yang kurang lebih ilmiah atau dapat di percaya. untuk ini pak camat akan membuat tulisan kusus nanti. dari beberapa sumber orang tua-tua di kode yang saya paksa mengingat sedikit sejarahnya terungkap banyak cerita yang menarik. saya menghabiskan lebih dari 50 gelas teh manis di berbagai sudut kode di sardol.
lima apa lagi ya…..?
oh ya, sardol sedikit aman, di simpang empat tidak ada lagi preman yang asal asalan. sekarang preman juga punya sedikit pemikiran bijak. preman yang ada hanya yang meminta uang pada Bus-Bus yang ngetem di Sardol. angka kejahatan mulai berkurang dan perjuadian sudah tidak seramai dahulu. tahun baru pantauan saya hanya dalam du a hari judi aktif di berbagai sudut saribu dolok. ini di sebabkan karena polisi sudah mulai tegas–> mudah mudahan bukan dadakan.
enam..
ternyata seperti kalian ini , banyak anak sardol yang bersekolah dan bekerja sukses di negeri orang. namun ini sebuah kritik, bahwa kita seperti tidak ada kepedulian lagi pada kampung kita itu. kepedulian lebih pada keluarga. u ntuk ini m,inta podah nya ya……………………..
tujuh ,
saya memotret beberapa foto singgalang plus beberapa tradisi kehidupan adat , mudah-mudahan nanti bisa aku kirim memlalui flirck.
delapan.
sudah di buka pasar sayur mayur yang baru di harangan si dua-dua. namun hingga lebih setahun pembanguananya , pajak baru itu belum beroperasional. pernah katanya ada acara motor cros di sana dengan harga tiket 20 rebu dan mmmm semuanya menonton. ini membuktikan kurang hiburan yang positif di kampung kita itu. silimakuta yang dulu meliputi tiga raja, naga saribu, mardidngding dll sudah pisah kecamatan menjadi kec silimakuta Barat dengan ivbu kota Tiga raja.
dan simalungun yang nantinya di mekarkan menjadi dua. simalungun induk ibukota Pem. Raya dengan Simalungun Hataran Ibukota Perdagangan.apa lagi yaaaaaaaaaaaaaaa
ada yang mau nambahin yang baru pulang… tolong kirim ke sini ya, mulai dari foto atau tulisanterima kasih

GBU
Camat Saribudolok

Entry filed under: SURAT HAN HUTA. Tags: .

DAMAI DI BUMI DAN DAMAI DALAM TIDUR (BUKAN BAPAK DAN ANAK) SIAPA ANAK SARDOL SILIMAKUTA?

67 Comments Add your own

  • 1. tamsir  |  January 25, 2008 at 3:54 pm

    Di Saribudolok banyak sekali perobahan2 yaitu : penduduknya, kenderaan, rumah bertambah banyak.Tetapi dibidang kebersihan sangat merosot, kalau kita pulanh kampung rasanya tidak betah jalan2 ke arah kampung Kristen,Jln Merdeka dan terutama masuk Tiga (pasar) Saribudolok,Inilah kadang2 bikin kita tidak betah di Saribudolok, dulu kita sangat senang sekali pergi ke Tiga terutama pada hari Rabu, terutama pada los tempat jualan pakaian,jual goreng pisang, ikan dll. Sekarang ini lihat aja kita dari tugu yang ada di simpang empat arah ke Tiga udah kotor sekali, apalagi masuk kedalam.Dan ahir2 ini simpang empat itu banjir,ini tentu aja karna parit2 sudah pada tersumbat dengan sampah2. Dulu itu ada parit yang dalam di dekat kantor Polisi yang mengalirkan air ke arah aek karangan. Sekarang sudah pada tersumbat, ini karna tidak pernah dibersihkan.

    Ini semuanya adalah karna kelalaian daripada pemerintah setempat, masyarakatnya tidak di arahkan untuk bergotong goyong. Saya masih ingat dulu, setiap hari Kamis kita harus bersihkan depan rumah kita, Pada hari itu juga Pangulu (Lurah) jalan keliling mengingatkan setiap rumah untuk membersihkan depan rumahnya masing2. Dan untuk parit yang besar yang ada di dekat kantor Polisi di lakukan secara Gotong Royong sampai ke Aek Harangan. Demikaan juga untuk membersihkan Aek Harangan,Aek Cina dan aek Pakpak. Aek Pakpak ini ada sebelum Aek Cina. Aek Pakpak inilah yang membawa air ke Tangki air yang ada di Kuburan lama, dari sini baru disalurkan ke kota Saribudolok,pada umumnya jalan Sutomo, Merdeka dan rumah sakit Bethesda.

    Kenapa Camat/Lurah tidak bisa mengarahkan masyarakat untuk bergotong Royong ? Ini kan demi untuk masyarakat juga. Kalau ini tetap dibiarkan dampaknya ini nanti pada kesehatan masyarakat itu sendiri.

    Jadi Camat/Lurah harus bijak terhadap masalah ini dan Masyarakat juga harus ada kesadaran. Tanpa lingkungan kita bersih, penyakit akan mudah berkembang, seperti Demam berdarah, Colera Dll.

    Hai saudara2ku marilah kita jaga kebersihan kota Saribudolok, kota kita itu sangat cantik karna diapit oleh dua gunung Singalang dan Sipiso-Piso,juga udaranya sangat sejuk, saya paling senang Jogging pagi2 ke arah Saranpadang dan Kabanjahe. Tanah kita itu sangat subur, kaya akan sayur mayur. Kami anak rantau mengaharaaaapkan agar kita jagalah Saribudolok BERSIH DAN SEHAT.

    Thanks for your understanding

    Reply
  • 2. saribudoloksilimakuta  |  January 26, 2008 at 2:36 am

    terima kasih infonya dan kritikanya. moga bisa di tindak lanjuti…BERsama lo.
    ok, selalu kasih kabar n cerita ya.bravo sardol

    Reply
  • 3. rani tarigan  |  March 1, 2008 at 1:01 pm

    PERUBAHAN AKAN DI MULAI DARI KITA SENDIRI
    jadi tetap semangat aja…………..

    “HORAS”

    Reply
  • 4. jumsipayung  |  March 1, 2008 at 7:00 pm

    SECUIL KISAH BERSAMA GARETA vs HORBO

    Gareta horbo. Dua kata ini bagaikan emas dan permata bagi saya. Saya dilahikan dikeluarga petani, sejauh ingatan saya selama di kampung, gareta horbo telah menjadi keseharian. Keluarga yang 100% mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian, sebagai sumber dari kekuatan ekonomi keluarga, membuat kedua “pasangan sejati” itu begitu lekat dengan kehidupan masa di saribudolok.
    Gareta vs horbo menjadi faktor yang sangat mendukung lancarnya kegiatan pertanian di ladang, baik dalam masa penanaman sampai pada saat panen gareta horbo menganbil peran yang teramat penting. Gareta horbo sebagai media transportasi tradisional sangat membantu masyarakat, selain tenaga horbo yang dapat digunakan sebagai penggerak gareta, horbo juga dapat di jual dengan harga yang terbilang mahal. Perawatan yang harus diberikanpun sangat mudah dan sederhana, cukup dengan manambathon horbo i panggagatan, memandikannya ke rawang, atau sesekali memberi minum dicampur garam dapur (kata Ayah supaya horbonya rajin manggagat🙂 ).
    Disamping pengalaman manis bersama gareta horbo, saya juga masih ingat satu kenangan pahit bersamanya ‘red’. Kurang lebih tahun 1994-an keluarga saya pernah mengalami kejadian pahit menyangkut masalah horbo. Suatu malam di tahun itu, horbo kami hilang dari panabatan😦 Sebagai mana layaknya kejadian kehilangan, pasti menimbulkan banyak prasangka atau alibi-alibi, hannya saja bagaimanapun opini-opini yang muncul tentang siapa pelakunya tetap saja tidak menyelesaikan masalah, horbo kami tidak ditemukan dan sipencuripun lolos😀 (semoga Tuhan mengampuni dosa-dosa kita ‘amen’). Tidak cuman keluarga saya yang pernah mengalami kejadian itu, banyak keluarga-keluarga lain yang juga pernah mengalaminya.
    Sekarang kasus kehilangan seperti itu sudah jarang terjadi, mungkin karena keamanan yang semakin kondisif, atau mungkin juga karena jumlah horbo di saribudolok sudah berkurang.

    Gareta horbo memang merupakan dua hal tradisionl dan memang mungkin telah saatnya gareta horbo di gantikan oleh peralatan yang lebih modern. yang lebih berbasis teknologi, dan masyarakat saribudolok_pun tidak bisa selamanya bergantung kepada gareta horbo. harena kita juga harus tetap mengikuti perkembangan jaman.
    Namun apapun itu semuaaaaa….saya tetap salah satu generasi anak saribudolok yang dibesarkan seiring eksistensi gareta horbo.

    Puji Tuhan telah menciptakan mahluk yang diberinama horbo (kerbau,kerbo,buffalo.ect)🙂🙂🙂🙂

    Syalom

    Reply
  • 5. myname  |  August 28, 2008 at 11:50 am

    mycomment

    Reply
  • 6. gunawan sembiring  |  November 14, 2008 at 3:39 pm

    Keberhasilan sejati adalah sesuatu kemenangan ketika kita mengenal siapa diri kita sendiri. Tak ada gunanya kata tanpa karya nyata. Kita tidak tahu bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan ialah berbuat sebaik-baiknya dan mencari jalan keluar untuk hal ini. karena Kebanggaan kita yang terbesar adalah bukan tidak pernah gagal, tetapi bangkit kembali setiap kali kita melihat sesuatu hal yang mengganggu pikiran kita. Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka. karena itu mari kita cari jalan keluar karena yang terpenting dari suatu olimpiade bukan kemenangan tapi keikutsertaan. maju terus huta hatubuhanhu Saribudolok na jenges. gunawan sembiring, SH

    Reply
  • 7. Frangklin, SE  |  November 14, 2008 at 3:53 pm

    Bagus sekali kata-katanya lae Gunawan. saya Frangklin Silalahi Lae. kalo lae membaca Commentku ini saya hanya ingin mengusulkan ama lae. Minta tolong buatkan Website kampung kita Saranpadang Lae. Kami anak-anak saranpadang sangat rindu pulang kampung. tapi mungkin kerinduan kami kepada kampung dan keluarga di kampung dapat terobati dengan kehadiran wajah kampung kita di dalam monitor komputer. tolong lae no Hp lae. salam buat rekan-rekan seperjuangan. maju terus.terimakasih.

    Reply
  • 8. SAHALA  |  November 26, 2008 at 1:56 pm

    MELIHAT KONDISI DARI SERIBUDOLOK SEKARANG SANGAT MEMBPERHATINKAN, KONDISI PERTANIAN YANG SANGAT MENURUN DRASTIS DIKARENAKAN HARGA PUPUK YANG SANGAT MAHAL DAN KONDISI IKLIM YANG KURANG BAIK ATAU KURANG BERSAHABAT, JADI TABAH AJAYA, SEMOGA TUHAN MEMBERI KETABAHAN…..

    Reply
  • 9. SAHALA  |  November 26, 2008 at 2:04 pm

    KITA SEBAGAI ORANG YANG TINGGAL DISESIBUDOLOK DAN YANG BERASAL DARI SANA, KITA HARUS MEMBANGAUN DAN TIDAK BOLEH LUPA DENGAN TANAH KITA DAN KAMPUNG KITA.. PERUBAHAN PASTI SELALU ADA TERGANTING KITA YANG MERUBAHNYA KEARAH YANG BAIK ATAU BURUK……MARI KITA SALALING KERJASAMA, SALING MENGHORMATI, MENGHARGAI, SALING MENGASIHI….. GUNAKAN PALSAPAH “HABONARON DO BONA” DALAM KEHIDUPAN KITA BERMASYARAKAT KAPAN PUN, DALAM TATA CARA BERBICARA DAN PERBUATAN KITA….HORAS…… SARDOLOK…..HUTAKKU…

    Reply
  • 10. hope  |  December 1, 2008 at 10:01 am

    horas, sondia kabar i saribudolok lalap dope udan??
    sodia kabar anak sma rk au alumni anak sma rk lh, umma mantapra ti saribu dolok tai au masihol tumang huhuta apalagi hujuma naek gareta horbo baru hutiga.

    kariting dope lalap suanan atik pasti kental parduitan takan

    Reply
  • 11. Enriko, ST  |  December 1, 2008 at 4:04 pm

    Horas Saribudolok……………!

    Dari kata-kata diatas, saya tau itu tulisan lae gunawan sembiring dari saranpadang. semoga lae membaca tulisan ini. lae sudah 5 tahun aku mencari lae. tapi ga tau aku cari kemana. aku sekarang di sulawesi lae. makan tak-tak makan.aku butuh dukungan lae. kalo lae baca tulisan ini, aku harap lae mau menghubungi aku. ini no hp aku lae. 0813613689XX (XX nya tahun kelahiran lae). makasi lae Enriko sahala tua saragih

    Reply
  • 12. renhard  |  December 4, 2008 at 11:41 am

    Horas saribudolok……………………………….!
    “Tak ada gunanya kata tanpa karya nyata” seperti yang dikatakan lae Gunawan Sembiring. lae gunawan we miss u. kemana aja selama ini. napa sudah lama menghilang. kita ketmu la lae tahun baru di saribudolok. aku butuh masukan lae.

    Renhard Sipayung

    Reply
  • 13. jhon's chobar  |  December 9, 2008 at 12:43 pm

    PERUBAHAN SAYUR MAYUR KE KOPI ATENG MENURUT SAYA BUKAN SUATU GRAFIK YANG MENINGKAT BAHKAN SANGAT MENURUN.
    MENGAPA TERJADI PERUBAHAN….???
    KARNA HARGA PUPUK SANGAT TINGGI N HARGA JUAL HASIL PERTANIAN SANGAT MURAH,KEBANYAKAN DI MONOPOLI ORANG”TERTENTU.
    HARGA PUPUK TINGGI MENGAPA..??
    KARNA DI S.DOLOK TIDAK PERNAH ADA YANG DIMAKSUD PUPUK SUBSIDI MENGAPA..???
    TANYA PADA PAK CAMAT AJA DEH……
    DARI SAYUR MAYUR KE KOPI KOK BANGGA…!!!!
    PREMAN…????
    KALO BERANI SERAHKAN KE POLISI PEMBURU PREMAN
    AQ HARAP PAK CAMAT DA MENGERTI TENTANG PERATURAN DARI KAPOLRI YANG BARU YA…???
    JANGAN ADA LAGI YANG DIMAKSUD PREMAN
    OKEY
    ATI” BOS
    CUMA MODAL SMS LHO….

    Reply
  • 14. simanggis  |  December 11, 2008 at 7:00 am

    AHA PE NINGUN HATA III IA I PASONANG HITA MALAH.

    AIII MARKOMENTAR DO HITA LALAP

    Reply
  • 15. FIRISTON SIPAYUNG(pardolpar)  |  February 2, 2009 at 6:57 am

    HORAS 1000DOLOK, SALAM KENAL BANI NASIAM HAGANUPAN PARSARIBUDOLOK.

    ETA, HUJUMA MAMOMPA” TOMAT, ”
    MAROBO TA, SAMBIL MARSARAN MADUHUTI LASINA>
    ARI RABU, HU TIGA TA, MANGOMSET HU KODE MAK DAYAT/?
    ARI MINGGU MULAK GEREJA, TERJUN MARDALANI TA?

    HUMBANI KAWAN-KAWANKU NA DONG I GANGSET,BANGUNDOLOK ,KAMPUNG KRISTEN DAN SARIBUDOLOK SEKITARNA ,ASE MARGABUNG HITA I FS KU”FSPAY@YAHOO.COM. BY FIRISTON SIPAYUNG (PARDOLOK PARIBUAN) DOLPAR

    Reply
  • 16. Jansen  |  February 3, 2009 at 2:30 pm

    Horas…! Saribudolok….!
    Kalo ga salah tulisan diatas An. GUNAWAN SEMBIRING itu, yang anak Saranpadang ya. Minta tolong ama rekan-rekan yang tau alamatnya di kirim ke Email’ku : (Saragih_Holand@yahoo.co.id).

    Reply
  • 17. CHATNI S  |  February 10, 2009 at 8:44 am

    HORAS!!!!!!ANGGO BOI MANUKKUN AI ISE DO FIRISTON SIPAYUNG ON, SONGON NA HURANG MA PANADDAIKU ALANI AU PAR GANGSET DO.ATEK ANAK NI EDA SI ATI BR PURBA PAR GANGSET DO|?????

    Reply
  • 18. pangiskis  |  February 11, 2009 at 10:16 am

    Lang hubotoh daham,mungkin anakni nam Berman dora ti,

    Reply
  • 19. schinaga  |  February 21, 2009 at 3:16 am

    >Tamsir..
    anggo sardolok jorok nina ham, domma tradisi ai…. tpi lang pala narsis da. anggo mardingding nina ham… ea… sejuk dan selalu segar do ijai.. imase, pagati-gati ham roh hujai lang kin namarnabosan ham ijai…..:-)

    Reply
  • 20. somba oloan Sitorus  |  February 23, 2009 at 6:47 am

    Horas haganup parlobei,

    itu kata2 yang baru aku pelajari selama berkunjung ke sardol hehehe.

    Jujur saya sangat exciting sekali mendapatkan kesempatan berkunjung ke sardol untuk yang pertama kali minggu kemaren dari tanggal 17-21 feb. Ini adalah kampung mertua saya, yang kebetulan sedang memestakan anaknya menikah disana.

    begitu tiba di sana sudah terasa udara dinginnya yang khas dan kebetulan pas saya ada disana hari rabunya adalah hari pekan yg mana pasar cukup ramai, mereka berjualan apa aja disitu utk kebutuhan masyarakat sekitar, dan sorenya saya pergi ke dusun utk mengunjungi kerabat disana dengan menggunakan sepeda motor karena jalan yg cukup parah sepanjang 3 km tapi lumayan sudah lebih baik tidak becek. karena memang kebetulan sudah hampir 1 bulan tidak hujan. dinginnya minta ampun sampe gak tahan hehehehheh jangankan untuk mandi berdiam diri diluar saja sudah gak tahan. dari dusun besoknya saya kembali ke saribu dolok ke tempat keluarga di sipiso-piso dan ternyata keadaannya luar biasa sampah bekas pasar hari rabu kemaren berserakan tidak ada yg membersihkannya. walaupun di sekitar tempat itu banyak kios dan merupakan jalan lalu lalang masyarakat sekitar. seakan-akan tidak ada perhatian akan kebersihan atau memang tidak ada bagian kebersihan kota ? bagi masyarakat sekitar mungkin itu merupakan hal yang biasa … tapi buat saya sangat berbeda melihat semua itu

    terima kasih atas perhatian dan responnya ….

    salam,

    Somba Oloan Sitorus

    Reply
  • 21. dani manik  |  March 6, 2009 at 2:16 pm

    sungguh senang rasanya jadi orang sardolok. aku berharap agar sardolok itu makain maju dan damai saja. semoga semua orang yang berasal dari sardolok yang telah berhasil ingatlah untuk pulang dan bangun lah desa kita ini coy.. buat semua selamat bekerja aja…

    Reply
  • 22. rani tarigan  |  March 11, 2009 at 4:21 am

    horas saribudolok…….

    aku mau ucapin selamat ulang tahun buat papaku

    tanggal 11 maret…

    semoga panjang umur n sehat selalu.

    mejuah-juah nake…

    Reply
  • 23. putri  |  March 19, 2009 at 4:57 am

    senang jadi anak Sardol..

    buat anak sardol yang lain gabung, yuk..

    Reply
    • 24. perdin saragih  |  February 9, 2010 at 8:45 am

      kalau boleh tau alumni tahun berapa ya

      Reply
  • 25. Girsang mergana  |  March 23, 2009 at 4:36 am

    Kepada pemiliki Blog ini, apakah sudah tdk ada yg punya!sebab up date terakhir info2nya sept’08,sayang tidak diurus ,kan peminatnya lumayan banyak.
    Dilanjutkan ya kawan berita2 Saribudoloknya karena sangat menarik dan sedikit mengobati kerinduan kampung halaman.

    Horas,
    Girsang mergana

    Reply
  • 26. thomas girsang  |  March 23, 2009 at 12:33 pm

    au anak saribudolok. sanggah dakdanak au kira tahun 1975 mantap tumang saribudolok on tapi sonari songon nahurang mantap.Saya sudah merantau sejak thn 1985 rasanya perlu kita memikirkan kemejuan saribudolok.

    Reply
  • 27. gunawan sembiring  |  March 30, 2009 at 1:47 pm

    Ai lang hape tarayak-ayak tene, ango lang rokapni badan.
    Doma dokah i hutani halak, sihol mulak hu huta hatubuhan.

    Pita-pita sari mandapot, Na i parsita lalap lang Dapot.
    Lepak do lalap adang-adang humbani sibar-sibar.

    Reply
  • 28. Girsang Sardolok  |  April 2, 2009 at 2:03 pm

    Bani Tgl 24 Maret 2009 Au Mulak Huhuta Sardolok aima tepatni I jln Sipiso-piso Gangset Domma bahat Tumang Perobahan Tapi Anggo huidah nahurang sadanari Aima Dalan na i simp 4 Ilobeini Gareja Immanuel ( depan Perguruan GKPS sardolok ) Songon na marbuttak dolalap Padahal Anggo naidah Foto Foto ni Caleg Untuk 2009 on Mantap do niahap Janah Malasdo Uhur mangidah Gambar nai pajang ipinggir dalan Mudah 2x an Boi adong Anggota Dewan parsardolok nasongon Wakil ta I Dewan Tapi Tolong Hubani na Terpilih akkin Pangindoanhu ase DALAN 2X MA LOBEI I PERHATIHON nasida ase Borsih Kota Sardolok ta i. Anggo Han Bakku Tonggo do Hassa Na boi Hubahen Ase Natarpilih Akkin I pesta Demokrasi on Boi Jadi Panutan Ulang Pitah Janji Hassa OKE Sardolok MajuMa Torus………………….Horas

    Reply
  • 29. merryani Girsang SSi.,MSc  |  April 9, 2009 at 11:30 am

    Baru-baru on tanggal 03 April 2009, mulak au hu Saribudolok
    lao mardalan nahe rohakku, hape domma adong hape beca das au hu Si turi-turi alani hutanami saoppung ijaido. Ai hape domma adong bejak lang be mardalan nahe au, lao hu huta.
    Sanggah ziarah au hu namatorashu bapa nami: St Tinggi Girsang i si Turi-turi itimai parbecak ai do au ziarah, ai hape bujur tumang ma parbeca on nina uhurhu, hape sangga mardalan beca ai martutur ma hanami, hape hade2 do parbeca ai
    Ai hape hutankkai Saribudolok na jeges lang boi au lupa hujai, inganan pajumpah dohot hade2
    Horas da ganup hade2 na i saribudolok, rup ma hita padear hutata ai alani dear tumang pemandangan ijai, apalagi manatap han Si turi-turi wahhhhhh mintor songon na ihuta huahap agepe au sonari i Jakarta

    Reply
  • 30. merryani Girsang SSi.,MSc  |  April 9, 2009 at 11:39 am

    Hallo botoku ANTONI GIRSANG.SE Calek DPR-RI dari Partai Demograt calek No:11 dari daerah pemilihan Sumut III (3) termasuk Seribu dolok, Kota Siantar, Batu bara, Stabat, Binjai, dan lainnya
    Hallo botoku Apa gimana? perolehan suara di desa kita?
    Kalau nanti sukses ingatlah Kampung kita ya Saribudolok huta na dear na malum.
    Salam Buat Effendi Girsang.SE. Dra.Agustina Girsang. Irena Rosabella Girsang SE. Renia Spd. Eddy Damanik. Inang uda Ros sipayung.dr Antoni Girsang di batubara dan inang
    Salam Pemilu semoga sukses

    Reply
  • 31. merryani Girsang SSi.,MSc  |  April 9, 2009 at 11:55 am

    hallo Bapak camat seribu dolok
    Semua komentar menyebutkan desa saribu dolok jorok, kotor, banyak lalat. Tau gak bapak yang terhormat ,jangan hanya duduk dibalik meja, jalan2 dong ke desa dengar Aspirasi Rakyat
    Seminggu yang lalu saya dari saribu dolok, ya ampun TOMAT Buah yang bervitamin c tinggi itu, sudah menjadi sampah karena tidak laku harga merosot, kasihan petani yang menanamnya. Sudah habis uang beli pupuk, taunya harga jatuh, bagaimana ini? Tolong cari jalan keluar pak camat
    Tiga saribu dolok yang tiap hari rabu digelar, kenapa tidak mampu dibersihkan? padahal selain hari rabu masih ada waktu membersihkan loos tiga saribudolok itu.
    Aku juga mau kerjabakti membersihkan desaku

    bagaiman bapak camat mohon komentar
    TK

    Reply
    • 32. jhonbelo  |  October 29, 2010 at 6:13 am

      mklum aj,mugkin cmatnya bkan org simalungun x dek….

      Reply
  • 33. hafifuddin  |  April 10, 2009 at 3:29 am

    lae frangklin,ini ada blog,dulu udah kudaftarkan ke google,gara2 banyak famili aku di saran padang dekat pekannya itu.jadi kusuruh orang itu ngisi blog ini sebagai user.rupanya sampai sekarang belum terisi.kalo lae kenal sama bang hartono purba yang sekarang kerja di telkom cabang kendari,bang wan mardi damanik,trus bang jenni,trus bang noak,banyaklah famili aku disana,terutama dari keluarga purba tambak.siapa aja diantara lae2 yang mau ngisi website ini”http://saranpadang.blogspot.com” dengan foto atau tulisan,email aja ke aku alamat email google lae2,jadi biar bisa kterima sebagai user.setelah itu lae2 isilah dengan foto2 alam saran padang,atau foto2 lae.jadi kalo ada orang saranpadang yang udah pergi merantau rindu kampung halaman,bisa pula dia masuk ke website.tapi kita buat perjanjian dulu ya,bahwa blog ini jangan diisi sama foto2 atau tulisan yang berbau sara atau keagamaan,biar netral dan fair , okay lae?
    Kirim salam ya kalo ada lae2 yang jumpa famili aku yang di saran padang kayak bang noak(yang ini kerja di kedai nasi dekat pekan),bang jenny purba tambak,tonga nahari,yang rumahnya dekat pekan itu .trus bang wan mardi damanik juga ya(katanya dia udah merantau ke jambi),kak andekoari(ini guru ngaji di saranpadang),bilang salam dari si afif yang rumahnya di siantar kampung kandang besar,makasih atas perhatian lae2 ya.

    sekalian mau promosi juga aku sama lae2,kalau ada lae 2 yang mau diuruskan google adsense,hubungi aja aku di email yang ini:
    hafifuddin@live.com.websitenya aku yang buat juga,tapi di situs gratisanlah.soal artikel bahasa inggrisnya pun aku yang buat
    juga,pokoknya lae tinggal terima bersihlah.harganya cuma rp.250.000,
    kalo lae sangsi soal harga,cari aja di google orang atau perusahaan yang menawarkan jasa yang sama,berapa harga yang dia minta boleh lae2 bandingkan.kurasa harga yang kukasih udah paling murah itu,karna orang lain ada yang minta
    harga 200rb cuma ngurus adsensenya aja,artikel sama websitenya kita buat sendiri.ini bisa jadi penghasilan pasif jangka panjang buat lae.kalo ada pengunjung situs lae yang udah dipasangi iklan google adsense mengklik iklan itu,lae dapat dollar dari google.setelah terkumpul $100,awal bulan berikut mereka kirim melalui cek ke alamat kita.makanya syaratnya harus punya ktp yang alamatnya jelas oleh petugas pos.kalo ceknya atau wesel western union dari google udah sampe ke alamat kita, langsunglah berubah jadi alamak…lemaknya duit ini hehehe.

    Reply
  • 34. paskah Tambunsaribu  |  April 13, 2009 at 10:47 am

    akhirna tokin nai,mulak hu huta ma au..

    ma dua taun au lang mulak..

    masihol tumang hu nasi mamak pakon bapa…

    Reply
    • 35. alnio turnip  |  August 30, 2010 at 4:55 am

      horas saribudolok………
      horas hutatinggir……..
      tokkin nari libur puasa..

      mulak ma hu huta
      eta nasiam mulak be hu huta ta bei..
      pajuppah dohot keluarga

      horas..horas…horass

      Reply
  • 36. R-JK  |  April 23, 2009 at 11:28 am

    Anggo Listrik pakkon Jalan raya ai tong dope seda-seda?
    (sahira jaman purba dope i sardolok)

    Reply
  • 37. togen naibaho  |  April 24, 2009 at 6:44 am

    bagaimana kita memajukan saribudolok???
    itulah pertanyaan yg seharusnya kita tanyakan dan cari solusi sebagai generasi penerus pemuda-pemuda asal saribudolok….

    mari kita ciptakan keamanan, ketenteraman, kesederhanaan dan pemikiran yag berkembang utk kemajuan saribudolok.

    Mari kita cari solusi sama2,, saya pribadi siap ikut serta dalam memajukan dan mengembangkan saribudolok sekitarnya dan siap bergabung apabila di perlukan dalam sebuah misi pengembangan.!!

    horas…..horas….horas…

    Reply
  • 38. Ridwan saragih  |  May 27, 2009 at 12:07 am

    Horas saribudolok.
    Mendengar kata saribudolok mengingatkan aku pada masa sd, smp,dan sma ku.

    Memajukan saribudolok menjadi 1 kota yang memiliki ciri khas tersendiri ,adalah hal yg boleh di dikatakan sangat mudah.
    Asalkan adanya dukungan dari 2 belah pihak.
    Atau adanya balens(keseimbangan) antara pemerintah setempat dengan masyarakat saribudolok.

    1 . Dukungan dari pemerintah sendiri.
    Maksud dukungan dari pemerintah yaitu pemerintah harus bisa mengontrol keadaan saribudolok saat ini secara rutin.
    Dan para pemerintah juga harus tau impra struktur apa yg harus di bangun disaribudolok yg benar2 dibutuhkan para masyarakat.
    Para pemerintah juga harus bisa melakukan pembangunan secara merata pada daerah2 yg ada di sekitar saribudolok.
    2 Harus adanya dukungan dan kesadaran dari masyarakat.
    Yaitu para masyarakat juga harus dapat mendukung para pemerintah dalam membangun kota saribudolok.

    Satu hal kendala yg membuat kota saribudolok susah berkembang, yakni
    masalah kebersihan.

    Kebersihan saribudolok boleh dibilang sangat minim. Contoh nyatannya dapat kitap kita lihat setiap hari kamis.
    Tumpukan sampah sangat banyak di sekitar los tiga, jln merdeka, jln kartini dan masih banyak lagi.
    2. kebersihan selokan di saribudolok.

    Agar Hal ini tidak terjadi secara terus menerus di saribudolok perlu ada kesadaran masyarakat dan pemerintah.
    Suatu kemajuan dapat terwujud harus berawal dari hal yang kecil ke hal yg besar.

    Semangat nasiam para pemerintah saribudolok mambaen sardolok manjadi kota na bercirikhas.

    Reply
  • 39. melky  |  July 20, 2009 at 5:24 pm

    masalah ilegal logging di daerah kec. si5kuta dan sekitanya gmna ya?
    GBU

    Reply
  • 40. jainal sinaga  |  August 1, 2009 at 11:39 am

    horas bani hita haganupanj ai madokah lang mulak hu 1000 dolok masihol tumang uhur mulak juppah pakon hasoman si pirdon si andi si herdiman halak si jopper dohot halak si nikson tarigan parkode si hotbin kirim nasiam lobe e-mail nasiam ase bou hita marbagi cerita domma sukses ga ni nasiam ati mase lang adong kabar ni nasiam..thnx

    Reply
  • 41. Sardolok Gangsetan  |  August 17, 2009 at 2:55 pm

    Hubani hita na mambere komentar rata rata PAR SARDOLOK bahat tumang na makkatahon ase ipamaju hita Sardolok kira kira AHAMA NA BOI IBAHEN HITA PAKON AHA NA DOMMA IBAHEN HITA anggo pitah hatado ise pe BOI DO Anggo sahap do hansa ase bere hita ma dukunganta ulang pitah Sahap…………………………….. kan sonai ma salam ma hubani haganup sardolok khususni Gangsetan jalan SMA negeri………………………………………………………………..

    Reply
  • 42. melky sipayung  |  September 26, 2009 at 6:22 am

    horas pak,
    banyak indikator yang dapat digunakan untuk menunjukkan kemajuan suatu daerah seperti ekonomi, kesehatan, tingkat pendidikan, dsb. dari beberapa indikator desa saribudolok telah menunjukkan kemajuan. tapi satu hal yang tidak boleh kita lupakan adalah alam yang diberikan Tuhan kepada kita. mari kita jaga, seluruh masyarakat simalungun diwajibkan untuk menjaganya. bapak sebagai camat memilkiki peran penting untuk mempromosikannya.

    Reply
  • 43. Gi  |  September 30, 2009 at 9:09 am

    Teruskan perjuangan pembangunan Saribudolok, selama saling bekerjasama, satu pikiran untuk maju, satu ide ( bukan ide korupsi…. ) pasti tidak ada keluhan spt diatas,..

    Reply
  • 44. Pamangus  |  December 3, 2009 at 3:25 pm

    Sondia do ningun pamajuhon hutatta on,age baru turun dape diri han bus i sirpang opat ma pareman ganup… Mateler homa. Lang merasa nyaman be diri ihuta hatubuan diri sandiri,apalagi akkat tangga diri mulak hu huta. Meresahkan do tumang pareman na i sirpang opat on. Mohon perhatian ni perangkat pemerintah pakon Lsm & organisasi kepemudaan.

    Reply
  • 45. erikjon sitanggang  |  December 4, 2009 at 4:17 pm

    horasssssss
    naha kbrta????????????
    ulang lupa purba tua etek desa aman penghasil konas matobu
    ro nasiam mangalop konas han jumatta
    bahat do lang pala mabiar nasiamm

    horas,,,,
    putbatua etek

    Reply
  • 46. jhon manihuruk  |  February 6, 2010 at 7:55 am

    horas…hasoman, anggo hudingat hinan boi do margareta han smpang opat….sonari boi dope Gareta horbo lewt han simpang opat

    Reply
  • 47. perdin saragih  |  February 9, 2010 at 8:39 am

    pada kemana semua alumni sma neg saraibudolok mari membangun

    Reply
  • 48. perdin saragih  |  February 9, 2010 at 8:42 am

    saribudolok adalah kota yang strategis tapi jalanya sangat rusak khususnya jalan protokoler dimana kah bapak bapak pejabatnya apakah tidak ada peduli lagi

    Reply
  • 49. antoni girsang  |  April 29, 2010 at 7:48 am

    Horassss…..! hita haganup parsadol naha kabarta sonari.anggo boi hita parsadol marsada boi mambaen namadear khusus ni humbani hutata, halana anggo ievaluasita saribudolok merupakan kota yang sangat strategis letaknya.
    jadi anggo boi usul hita parsadol boi mambaen songon contoh arisan atau na legan na boi mambaen tarbangun saribudolok yang indah, aman, bersih dan dicintai masyarakat. diatetupa

    Reply
  • 50. perdinsaragih  |  May 5, 2010 at 4:28 pm

    sondia do ase boi pajupa dohot hasoman sa parsikolaan ate masihol tumang

    Reply
  • 51. perdinsaragih  |  May 5, 2010 at 4:30 pm

    saya punya kawan dulu sma namanya sitilestina sinaga ada gak yang tau mhn bantuanya no hp saya 085276522200

    Reply
  • 52. jontara  |  June 26, 2010 at 8:20 am

    horas humbani anak saribudolok haganupan.

    Reply
  • 53. Rhico.saragih  |  July 21, 2010 at 7:21 pm

    HORASSSSS SARIBUDOLOK..kota kecil yang indah pemandanganya…sejuk nian udaranya.aku bangga sardol menjadi kampung halamanku.walaupun kehidupan yang sehariannya hanya bertani itu tidak membuat aku lesu sebagai anak sardol.kalau di lihat petani kita,boleh di katakan petani yang makmur…hanya saja hasilnya tidak/jarang mendapatkan harga yang tinggi.harga pupuk naik truuuuuussss…tapi hasil panen turun truuussssss….tak tau siapa yang bertanggung jawap.aku berharap smua pihak pemerintah,dewan yang terhormat,para tokoh masyarakat jangan lelah untuk memperjuangkan kenaikan hasil tani masyarakat,sardol khususnya.SARIBUDOLOK…kota kecil yang unik…jalan raya yang penuh dengan parkiran…dari bus,truk.mobil pribadi,becak sampai gareta smua ada..jalan yang begitu luas beca susah lewat.Sampah yang berserak,parit yang sumbat tidak membuat orang penyakitan,semua sehat.LUAR BIASA.Bicara dengan kawula muda….jangan heran kalau di simpang empat masih ada yang duduk2 di tugu…itu biasa semua pengaruh harga hasil tani yg tidak memuaskan..mereka bukan preman tapi FREE MAN taukan perbedaanya.kadang banyak anak gadis yang takut sama anak muda sardol…mungkin karna banyaknya kedai tuak dan anak muda sardol kebanyakan peminum tuak,wajar sih takut karna memang yaaaWANITA.Tapi jangan salah..mereka baik smua koq..kalau kita sopan sama mereka..dan juga mereka minum tuak bukan semata mau ribut2…tapi untuk menghibur diri aja karna udah capek menghitung hari yang gitu2 aja.tapi saya yakin SARIBU DOLOK satu hari nanti akan menjadi satu kota yang rukun damai bersih tentram nyaman pokoknya smua deh yang kita harapkan pasti akan terjadi.salam kangen slalu untukmu sardolku……

    Reply
  • 54. Sahat Sipyung  |  July 24, 2010 at 1:38 am

    Horas Saribudolok
    aha kabar….
    sonaha do perkembangan saribu dolok sonari
    tambah dear do ten….
    nalaho menyambut HUT ke 65

    Reply
  • 55. ric...  |  July 28, 2010 at 11:23 am

    horas simalungun na jenges …huta saribu dolok si pirtondi…I LIKE IT.

    Reply
  • 56. anggi saragih  |  August 5, 2010 at 5:59 am

    Horas saribudolok……. gimana kabarnya anak-anak saribudolok, saya dah sgt rindu pulang pulang kampung, sya sgt jauh di ujung indonesia bagian timur, saya harapkan untuk putra/i terbaik saribudolok mari kita sama-sama membangun kota saribudolokl menjadi kota yang asri,indah dan nyaman, ayoooooo anak rantau./…….. bangun kampung kita

    Reply
  • 57. jimmi karo karo  |  September 28, 2010 at 4:40 am

    klo saya lihat yg ngasi comment,klo ttg keindahan saribudolok,atau ttg pengalaman dan kebanggaan sbagai anak saribudolok seh,..enak dengarkannya,. Tp klo baca comment ttg kritik smua yg di saribudolok saat ini harus kegini lah,..harus kegitulah..risih rasanya..sama aja sperti kita mengkritik presiden SBY harus kginilah,..harus kegitulah..tp klo seandainya kita yg berada di posisi mereka,..dngan kesibukan dan jalan kehidupan yg dijalani masing masing,belum tentu jg kita akan bisa lebih baik dr mereka..klo kritik utk pemerintahan kota seribudolok seh wajar wajar aja,tp ingat..klo seandainya mereka ga perduli bagaimana??
    Fakta pertama..
    Klo ga salah,saribudolok bnyak mnciptakan manusia manusia sukses di seantero indonesia,tp mereka terlalu jauh ‘turun’ utk membangun saribudolok,kampung halaman tercinta..tp punya obsesi besar melihat kampung itu kembali asri dan berseri.
    Fakta kedua..
    masih adakah orang yg bisa dipercaya di kampung kita itu?? Klo ga ada..ya sudah,..tp klo ada,bentuk persatuan yg berisikan komunitas anak seribudolok yg perduli,dimana bisa terbagi atas orang lapangannya dan penyumbang dananya..kami kami yg jauh ini cukup di berikan proposal apa,dimana,bagaimana dan berapa budget nya utk sesuatu yg dianggap perlu direnovasi atau ditambahkan di kampung kita itu,tp ttp disertai dngan laporan pertanggungjawaban,ga usah nunggu org org..kepedulian kita sudah cukup ampuh untuk membuat mereka sadar kita kita yg jauh ini ternyata ga hnya bisa sekedar ngomong aja.
    Ini hnya sekedar ide,terserah mau ditindak lanjuti atau tidak,..yg jelas ada banyak cara utk mengubah saribudolok menjadi kampung idaman impian kita wktu masi kecil,dan mungkin ini salah satunya…
    Horas..mejuah juah ..!!!!
    Salam ananda dari borneo..

    Reply
  • 58. Hotdianto singa  |  October 15, 2010 at 2:53 pm

    Horas.. silimakuta..!
    Begitu rame pasar minggu jakarta…
    paling rame pasar rabu saribu dolok….
    Sorong2….
    Sayang anak..
    Awas air panas…
    hahahahahah

    Reply
  • 59. jhonbelo  |  October 29, 2010 at 6:18 am

    klo ai kota lain,sy lhat;smakin tua umur,kotanya semakin muda.. tp klo di saribudolok,mkin tua mkin gersang… kmo ya…?

    Reply
  • 60. apin saragih  |  December 5, 2010 at 11:34 am

    horas ,hutaku nalang boi tarlupahaon au,.humbani anak saribudolok totap ma masada hita ,humbani na iparatoan ulang lupa bona.

    Reply
  • 61. apRin saragih  |  December 5, 2010 at 11:37 am

    horas H
    utaku nalang boi tarlupahaon au,.humbani anak saribudolok totap ma masada hita ,humbani na iparatoan ulang lupa bona.

    Reply
  • 62. apRin saragih  |  December 5, 2010 at 11:39 am

    SYALOM ,ANAK ANAKKU

    Reply
  • 63. susianty alejandra  |  December 17, 2010 at 7:35 am

    eta hu juma mamuro….

    Reply
  • 64. yudo chun sijabat  |  January 29, 2011 at 10:24 am

    eta hu saba maddurng
    pakon manggora gulomit

    Reply
  • 65. sandro  |  March 2, 2011 at 7:18 am

    eta lae,,,

    Reply
  • 66. jali desno saragih  |  April 10, 2011 at 8:05 am

    syalom warga saribudolok…
    aq dah lama g pulang ke saribudolo
    mudah”g seperti dulu lagi…..

    Reply
  • 67. paskalistamsar  |  May 17, 2011 at 3:52 pm

    Horas lakan :D:D
    au parsardolok do..
    hehe

    jabunami i lojo koramil..
    heehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 68,789 hits

%d bloggers like this: