Pembangunan Subterminal Agribinis (STA) di Kelurahan Saribudolok,Kec Simalakuta,Kab Simalungun, diduga bermasalah

June 30, 2008 at 12:31 pm 3 comments

Buat halaman ini dlm format PDF Cetak halaman ini Kirim halaman ini ke teman via E-mail
[2008-02-18 09:24:15]
SIMALUNGUN (SINDO) – Pembangunan Subterminal Agribinis (STA) di Kelurahan Saribudolok,Kec Simalakuta,Kab Simalungun, diduga bermasalah.Menurut hasil investigasi Komite Nasional Pemuda Simalungun Indonesia (KNPSI), keberadaan pusat perdagangan hasil pertanian itu menyalahi bestek.Salah satunya adalah laporan yang menyebutkan proyek senilai Rp1,1 miliar itu telah rampung dikerjakan. Padahal,menurut temuan KNSPI,proyek tersebut hingga kini baru selesai 70%. Di antara yang belum selesai adalah pembuatan pelataran parkir.

Dari 1.400 meter persegi yang direncanakan, terdapat 350 meter lahan lagi yang belum dikerjakan. Menurut Ketua DPP KNPSI Jan Wiserdo Saragih, dugaan penyimpangan penggunaan itu berpotensi merugikan negara sekitar Rp287,7 juta lebih.Untuk itu,pihaknya telah melaporkan secara tertulis kasus dugaan penyimpangan proyek tersebut kepada Jaksa Agung,Kejatisu,dan Kejari Simalungun tertanggal 8 Februari 2008.

”Dalam laporan yang disampaikan KNSPI turut dilampirkan data-data yang diharapkan dapat menjadi petunjuk awal oleh pihak kejaksaan untuk menanggapi laporan dugaan korupsi pada pelaksanaan pembangunan STA Saribudolok,” ungkap Jan Wiserdo di Simalungun akhir pekan lalu. Dugaan penyimpangan lain,kata Jan Wiserdo,adalah pembuatan pintu gerbang dan kamar mandi serta pengadaan jaringan air bersih yang belum terealisasi. Jadi, secara keseluruhan masih ada sekitar 30% pekerjaan yang belum selesai.

”Seharusnya pembayaran yang dilakukan terhadap pelaksanaan pembangunan STA Saribudolok hanya 70%, bukan 100%. Dari hasil investigasi KNSPI, negara berpotensi dirugikan sekitar Rp287,7 juta lebih,”kata Saragih. Menanggapi adanya temuan dugaan penyimpangan proyek STA tersebut,anggota Komisi III DPRD Simalungun Ilhamsyah Nasution menyatakan, penggunaan anggaran pembangunan STA Saribudolok segera diaudit oleh instansi berwenang untuk memastikan ada tidaknya kerugian negara.

”Dari hasil kunjungan yang kami lakukan memang adabeberapafasilitasyangbelum lengkap di STA Saribudolok, seperti kamar mandi dan fasilitas air bersih belum ada.Namun, untuk memastikan adanya kerugian negara dalam penggunaannya anggarannya, sebaiknya instansi berwenang melakukan audit agar jelas penggunaan anggarannya,” ujar Ilhamsyah.

Sementara itu,Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Kabupaten Simalungun M Roem menyebutkan, STA Saribudolok dibangun melalui proses perencanaan dan pengawasannya juga menggunakan jasa konsultan.Karena itu, tidak benar jika pelaksanaannya menyimpang. ”Pelaksanaan pembangunan STA Saribudolok diawasi oleh konsultan dan proses pembayaran terhadap rekanan dilakukan sesuai dengan realisasi pekerjaan,” kata Roem. (ricky f hutafea)

Sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/sumatera-utara/sta-diduga-menyimpang.html

Entry filed under: SADA JUMA. Tags: , .

TOMAT NAMI (TOMAT KAMI) KAMPUNG KU.. SARIBUDOLOK KEC. SILIMAKUTA

3 Comments Add your own

  • 1. rani Tarigan  |  July 19, 2008 at 8:01 am

    semangat aja la ya………………

    Reply
  • 2. payung  |  August 16, 2008 at 6:25 am

    selamat deh buat saribu dolok,,,
    moga bisa memajukan perekonomian disana.

    Reply
  • 3. parleto  |  August 21, 2008 at 5:12 am

    Siapa itu tukang korupsi di saribudolok.Dikarungin aja itu,bikin susah dan malu warga saribudodolok dan sekitarnya.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

  • 68,789 hits

%d bloggers like this: